Jumat, 28 Februari 2014

Menembus Kereta Hantu #1


Malam itu ...

"Em, apakah anda adalah Claire Sophia?"
"Ya, kenapa?"
"Anda masuk kereta 0078 karena kereta yang akan anda tumpangi mengalami kecelakaan di stasiun Bogor,"
"Hah? Uang saya bagaimana?"
"Maaf, uang anda sudah hangus, tidak bisa dikembalikan,"

Claire Sophia, itu namaku. Panggil Sophie. Aku sedang berada dalam kesusahan. Aku ingin pulang ke Jakarta, namun, kereta yang akan kutumpangi ternyata mengalami kecelakaan. Dan, aku harus naik kereta lain. Juga, harus membayar lagi! Tiket yang sudah kubeli juga hangus karena keretanya rusak parah. Benar-benar sial! Ya, akhirnya aku mencari kereta api yang ditunjukkan oleh petugas kereta api tersebut. Aku langsung menaiki kereta yang menurutku adalah kereta yang tepat dan cocok dengan nomor kereta yang tertera di tiketku. Aku duduk di kursi nomor 14 A. Seorang perempuan yang sebaya denganku, duduk di kursi nomor 15 A, tepat di depan kursiku. Aku hanya mengembangkan senyum tipis saat ia tersenyum kepadaku. Hm, senyumnya familiar sekali. Ah, sudahlah. Kereta mulai bergerak, sangat tepat setelah perempuan itu duduk di kursinya. Aku memulai perjalanan dengan membaca novel yang kemarin kubeli. Judulnya, Shopaholic Stories. "Sophie," perempuan yang duduk di depanku memanggilku. Bagaimana ia bisa tau namaku? Terserahlah. Aku hanya menengok. "Ne, kenapa?" tanyaku dingin. "Kau tau aku?" Pertanyaan itu sangat membuatku kebingungan. "Tidak." Aku kembali membaca novel. Namun, perempuan itu memanggilku beberapa kali dengan keras. Anehnya, penumpang lain tidak merasa terganggu sama sekali. Aneh. "Kenapa sih?" Aku kembali menengok. Waaaa. Perempuan itu ...


Tidak ada suara lagi. Aku hanya melihat sesosok perempuan berambut hitam pekat, berbaju merah kental, dan ... anehnya ia memakai headphone. Sama seperti sosok sepupuku yang meninggal beberapa tahun yang lalu, dan tepat jam 21.30. Hening sesaat.

Penumpang lain mulai menampakkan diri. Berbagai macam wajah kulihat. Aku hanya gemetaran. Aku menggigit bibirku. Darah mengucur deras dari wajah perempuan misterius tersebut. Aku menutupi wajahku dengan novel yang kubaca. Lama-lama, suasana semakin misterius. Ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya. Namun, tidak bisa kugerakkan lidahku. Bibirku sangat kaku. Susah berbicara. MENYERAMKAN! Kereta terus berjalan, sampai akhirnya ....


Kereta berhenti sesaat. Aku bergidik. Cukup membuatku khawatir. Bagaimana jika aku meninggal? Tolonglah, siapapun .......... :')


To Be Continued


NB: Jangan pingsan membacanya. Semoga saja mimpimu buruk... Ngekekekekek .... Happy Malam Weekend ya, Guys! Tunggu aja postinganku berikutnya. Tenang, hanya sampai part 3 kok ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar